Sabtu, 25 Juli 2009

FB, me and the change-habit

Aku mengganti yang ternomorsatukan, membuat lalai seluruh jiwa.
Berasyikmasyuk dengan sesuatu yang membuat berpaling.
Menyodorkan kenikmatan yang melenakan pikiran.
Aku biasa bersahabat dengan sesuatu yang lebih makna.
Namun hilang sekejap direnggut ini.
Aku membenci sekaligus menikmati.
Mencari pembenaran atas apa yang terjadi.
Hey disini pun bisa makna. Gunakan saja FB untuk syiar lagi dakwah:)

Makin tambah usia makin kurang jumlah hela, semoga FB tak buatku l.a.l.a.i. SEMOGA

Mungkin tentang perginya seorang sahabat


Aku masih di sini sahabat. Tempat kau meninggalkanku bersama detak yang tak mampu kureka, bersama asa yang dulu kita goreskan bersama, bersama mimpi yang masih berbingkai peluh…

Sahabat…masih ingatkah kau saat aku terjebak pada pesonamu? Saat aku tak pernah ingin tercumbui oleh rayuan lain…saat aku tak ingin berputar arah menuju keindahan lain, karena dirimulah yang telah memiliki keindahan dari Sang Maha Indah..

Sahabat…Hanya kau yang tahu sepanjang apa jalan ini kita jejaki, hingga kau memilih berbelok di persimpangan. Apakah kau masih sering salah membaca kebersamaan ini? Atau aku yang tak pernah tepat memaknai apa inginmu sesungguhnya…

Sahabat, dalam kelu aku masih mengharapmu berbalik arah, dalam genangan air mata aku masih menunggumu menggenggam kembali tangan ini untuk beriringan menjelajah semesta.
Sahabat…masihkah ada mimpi itu dalam satu bingkai? Masihkah sama asa yang sempat kita gores pada dinding peradaban? Atau kini kau memang tengah berlari meraih angan yang lebih menjanjikan sebuah “kebahagiaan”.

Sahabat…aku masih menantimu. Meski hujan kini membuatku menggigil di tengah dingin…meski mentari semakin terik membakar bumi kita…atas nama Penggenggam Jiwa, biarkan aku setia menantimu pada orbit yang pernah kita thawafi bersama, coz I love you so…

(Bu Era Jabalussalam)

Jangan kau tentukan surga atau neraka

Aku sudah sangat lama memikirkan masalah ini. Semakin aku memikirkannya, sepertinya Allah Yang Maha Tahu, Allah Yang Maha Melihat yang tidak terlihat, semakin mendekatkanku dengan ayat-ayatNya yang berhubungan dengan hal yang satu ini. Seperti sudah masuk ke satu pintu dan dibukakanNya aku pintu lain yang sejenis. Lebih dalam lagi. Maka Maha Suci Allah dengan keMaha TahuanNya itu.

Pemikiranku berawal dari sini : Dikisahkan seorang pelacur menolong seekor anjing yang sedang kelaparan, dan si perempuan itu meninggal dan masuk jannahNya. Seperti kisah yang familier kan? Subhanallah pelacur yang menolong anjing masuk ke surga..

Kemudian di Hadist Qudsi : ”Ada dua orang laki-laki dari kalangan bani Israel. Keduanya sama-sama memohon ampunan Allah. Salah seorang di antara keduanya suka berbuat maksiat dan seorang lagi rajin beribadah. Laki-laki yang rajin beribadah itu sering melihat temannya berbuat dosa, lalu ia berkata, ’Berhentilah berbuat dosa.’ Laki-laki yang melakukan maksiat berkata, ’Itu urusanku dan Tuhanku. Apakah kamu diutus untuk mengawasiku?’ Laki-laki yang rajin beribadah berkata,’Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni dosamu, atau tidak akan memasukkanmu ke dalam surga.’ Kemudian Allah mencabut ruh keduanya dan mereka dipertemukan di hadapanNya. Allah berkata kepada laki-laki yang rajin beribadah, ’Apakah kamu mampu mengubah keputusanKu? Atau kamu mampu mengubah ketetapanKu?’ dan Allah berkata kepada laki-laki yang melakukan maksiat, ’Pergilah dan masuklah ke surga berkat rahmatKu.’ Lalu Allah memerintahkan malaikat untuk melempar laki-laki yang rajin beribadah itu ke dalam neraka.” (HR Abu Dawud; hadist hasan).

Hmm karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Peribahasa ini yang langsung teringat di otakku membaca riwayat di atas. Karena kesombongannya mendahului ketentuan Allah, sirnalah semua amalan sholehnya di dunia. Sungguh, cuma Allah yang berhak menilai.

Aku juga teringat kisah yang lain. Dikisahkan kurang lebih seperti ini. Sahabat-sahabat Rasulullah pernah sangat kagum dengan kesholehan seorang teman. Sampai-sampai mereka memujinya dengan berkata, sungguh tak ada lagi orang yang sesholeh dia. Namun apa yang Rasul katakan? Bahwa sesungguhnya ia adalah seorang ahli neraka. Seorang sahabat yang penasaran kemudian menguntit orang tersebut. Dikisahkan teman tersebut pada suatu hari sakit parah. Putus asa dengan tubuhnya yang diriwayatkan sampai dikerubungi lalat dan membusuk, ia pun kemudian bunuh diri.

Sabda Rasul, ada beberapa orang yang terlihat seperti calon penghuni surga di dunia, padahal ia ahli neraka. Sebaliknya, ada yang tampak sangat buruk akhlaknya di dunia, ternyata ia termasuk calon penghuni surga. Sungguh cuma Allah yang berhak menilai, bukan?

Bisakah engkau menarik kesimpulan dari tulisanku di atas. Kesimpulanku adalah seperti ini. Tak ada yang tahu kadar keimanan seseorang. Hanya Dia yang menggenggam waktu sajalah Yang Maha Tahu. Hanya waktu sajalah yang bisa menjawab.

Apa yang kita saksikan sekarang belum merupakan akhir perjalanan. Jadi jangan menilai orang-orang yang kau temui di sepanjang perjalanan hidupmu.
- Mereka yang pakai jilbab belum tentu lebih baik dari mereka yang tidak (own journey!)
- Mereka yang menghidupkan sunnah nabi (celana ngatung, baju gamis, abaya, janggut, dahi hitam seperti ahli sujud) belum tentu lebih baik dari mereka yang licin mulus dan rapi.
- Mereka yang bercadar belum tentu lebih baik dari mereka yang berjilbab biasa-biasa saja.
Hanya Allah Yang Tahu. Benar-benar hanya Allah sajalah Yang Maha Tahu.

So just mind your own business. Urus dirimu sendiri sajalah. Perbaiki diri. Reformasi. Rekonstruksi. Jangan merasa baik dulu. Jangan cepat puas. Latih diri mulai dari sekarang. Sehingga kita bisa konsisten berjalan di jalan yang lurus hingga ajal menjelang.

****Benar-benar spekulasi membuat tulisan tentang agama, while me myself really know nothing about it. Semoga Allah maafkan jika ada yang khilaf dalam tulisan ini. Kesempurnaan hanya milikMu, kekhilaf-alfaan adalah milik Dwindria Dini Zakaria.****

Selasa, 21 Juli 2009

Tikus mulai masuk ke dalam rumahkuu!

Bagaimana bisa? berlarian seenaknya memantau semua sudut rumahku wahai binatang jorok. Yang terjorok yang pernah kulihat.
Semaunya menapakkan kaki-kaki kecilmu yang menjijikkan, bangga menyandang bulu-bulumu yang bercampur bakteri ratusan jenis dari lumpur, dari parit, dari mana saja.
Wahai tikus, tidakkah kau sadari tak ada yang menginginkanmu di rumah ini?
Jangan berkilat itu sepasang mata kecil yang awas!
Akan kujebak kau dengan racun, dengan kurungan, dengan penjepit bergerigi, dengan lem, dengan apa saja!!

KHUSYUKLAH



KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...
Kalau tidak, maka shalat itu akan menjadi sangat berat
Kalau tidak, maka shalat itu akan jadi beban.
Kalau tidak, maka shalat itu akan melelahkan.

KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...
Kalau tidak, maka kita akan shalat dengan malas-malasan.
Kalau tidak, maka kita akan shalat sambil melamun.
Kalau tidak, maka kita akan shalat dalam keadaan mabok.

KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...
Kalau tidak, maka kita hanya akan membaca syair dan puisi dalam shalat.
Kalau tidak, maka kita hanya akan ngelindur dalam shalat.
Kalau tidak,maka kita hanya akan komat kamit dalam shalat.

KHUSYUKLAH, biar kita bisa SHALAT...
Kalau tidak, maka shalat kita akan buru-buru.
Kalau tidak, maka shalat kita akan seperti burung mematuk makanan.
Kalau tidak, maka shalat kita akan berpacu cepat.

KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka beban hidup kita akan terasa berat.
Kalau tidak, maka dada kita akan terasa sempit.
Kalau tidak, maka otak kita akan sering mendidih.

KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka kita akan sering protes kepada Allah.
Kalau tidak, maka kita akan sering mengeluh dalam hidup.
Kalau tidak, maka kita akan sering marah yang berbuah marah.

KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka kita akan sering merendahkan teman.
Kalau tidak, maka kita akan sering menyalahkan teman.
Kalau tidak, maka kita akan sering menghakimi teman.

KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang angkuh.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang sombong.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang egois.

KHUSYUKLAH biar kita bisa SABAR...
Kalau tidak, maka kita akan jadi sang angkara.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sumber sengsara.
Kalau tidak, maka kita akan jadi sumber petaka.

Latihlah KHUSYUK biar kita bisa SHALAT dan SABAR.
Mohonlah KHUSYUK biar kita bisa SHALAT dan SABAR.
Bersedialah agar kita bisa DIKHUSYUKAN ALLAH.
Diamlah agar bisa duduk di posisi “inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”.

Sebab...
Khusyuk adalah bertemu dengan Allah (mulaqu rabbihim) disini.
Dan semua kembalkan(mi’raj) kepada Allah saat ini.

Khusyuk adalah berjumpa dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah meringkuk disisi Allah saat ini.
Khusyuk adalah bergantung kepada Allah saat ini.
Khusyuk adalah berpegangan dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah saling berpandangan dengan Allah saat ini.
Khusyuk adalah berdialog dengan Allah saat ini.

Kemudian...
Segala pujaan kembalikankan ke Allah.
Segala pujian kembalikankankan ke Allah.
Segala hormat kembalikan ke Allah.
Segala sembah kembalikan ke Allah.

Penglihatan kembalikan ke Allah.
Pendengaran kebalikan ke Allah.
Hidup kembalikan ke Allah.
Tahu kembalikan ke Allah.
Gerak kembalikan ke Allah.
Bisa kembalikan ke Allah.
Ada kembalikan ke Allah.

Inna shalati...
Wanusuki...
Wamahyaayaa. ..
Wamamaatii.. .
Lillahirabbil ‘alamiin...

Lalu..., DERR...
Gerak kita akan dikunci oleh Allah.
Berdiri kita akan dikunci oleh Allah.
Rukuk kita akan dikunci oleh Allah.
Sujud kita akan dikunci oleh Allah.
Sembah kita akan dikunci oleh Allah.
Penglihatan kita akan dikunci oleh Allah.
Pendengaran kita akan dikunci oleh Allah.
Bacaan kita akan dikunci oleh Allah.

Makanya...
Ketika khusyuk akan ada respon Allah.
Ketika khusyuk akan ada jawaban Allah.
Ketika khusyuk akan ada tuntunan Allah.
Ketika khusyuk akan ada pertolongan Allah.
Ketika khusyuk akan ada Shibgatullah (celupan) Allah.

Shibgatullah. ..
Masih adakah shibgah (celupan) yang lebih baik dari celupan Allah...?.

Jl. Kabel no 16, Cilegon,
26 Juni 2008, jam 04:00

Wass
Deka

To my son: I am sorrily sorry


Maafkan ibu yang lahir lebih dulu darimu.
Maafkan ibu yang lebih tinggi dari mu.
Maafkan ibu yang membuatmu kerap mendongakkan kepala bila harus berkata.
Maafkan ibu dengan rundukkan yang kurang rendah merendah mendekati wajahmu.
Maafkan ibu yang kadang tak mengerti inginmu.
Maafkan ibu yang sering tak mengerti bahasamu yang indah. Mungkin adalah bahasa terindah di dunia.
Maafkan ibu.

Percayalah ibu lahir dan tumbuh lebih dulu untuk menjadi benteng pertahananmu.
Percayalah di setiap kali kau mendongak, ibu seperti ingin duduk menyejajarkan wajah ibu dengan wajahmu
Percayalah ibu selalu berusaha mengerti maksudmu walau terkadang gagal.
Percayalah ibu sedang mempelajari terus bahasa yang keluar dari otak cerdasmu. Tidak cukup pintar ibumu ini namun akan terus belajar, nak!

It is amazing how time can change u

Baru-baru ini aku kedatangan seorang teman lama. Teman semasa SMP dulu. Untuk orang se-ekspresif aku, bertemu teman lama selalu mengasyikkan. Ketawa, bercerita, dan berbagi suka. Yah aku rasa pertemuan itu berlangsung seperti pertemuan antara teman lama yang berlangsung di seluruh penjuru dunia. Menarik dan standart. Tidak ada yang baru.

Yang menarik justru pikiranku setelah rumah kembali sepi. Betapa hebatnya apa yang waktu bisa lakukan terhadap fisikmu.

Bertemu Indra Novita (begitu namanya), aku selalu ingat bahwa dia adalah gadis dengan tendangan terhebat di klub taekwondo kami dulu. Dan lihatlah dia sekarang. Mungkin menendang saja sudah tak bisa. Lemak-lemak tubuh menguasai hampir 80% tubuhnya:)).

Melihat Indra mengingatkanku dengan pertemuan-pertemuan dengan sosok-sosok lain yang datangnya dari masa lalu.

Bergeser ke seorang saudara. Aku mengingatnya sebagai seorang yang dulu kurus tanpa daging. Tapi lihat saja dia sekarang setelah menikah. Perut mencuat ke depan, yang apabila berjalan ke depan, berbalap-balapan dengan laju kakinya.

Seorang teman juga berubah seperti ikan paus berpakaian manusia. Seingatku dulu dia adalah kupu-kupu mungil yang ringkih..

Beralih ke orang-orang terdekatku, mama dan papaku sendiri! Melihat mereka di album tua yang penuh foto-foto hitam putih membuat bingung otak. Nyaris tak ku kenal. Siapa ini gadis cantik berambut bob berbody tinggi menjulang dengan betis jenjang ala Kate Moss. Siapa itu pria kurus nan tampan yang dandy disampingnya, memakai kemeja dimasukkan rapat-rapat ke dalam celana panjang cutbrai yang gaya?? Tersenyum seolah dilahirkan untuk saling bersama..

Namun lihatlah mereka berdua sekarang. Tak usahlah aku mendefinisikan badan mereka sekarang. Malah bikin dosa:D Mama selalu berseloroh bahwa ini a.k.u! ya AKU yang membuat dia jadi ”meledak” tak terkendali. Katanya dulu aku adalah bayi raksasa yang selalu minta jatah ASI gila-gilaan, yang membuat mama semakin lapar dan tak berhenti mengunyah makanan. Demi melimpahnya ASI untukku! :D

Hmmm sudah jelas kan apa yang aku maksud dengan judul tulisan ini. It is amazing how time can change u so fast! From the wellknown to the unknown!:)))
 

Simply Dini Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template and web hosting