Selasa, 18 Agustus 2009

Gerakan Membangun Bangsa

Demi matahari dan sinarnya di pagi hari
Demi bulan apabila mengiringi
Demi siang apabila menampakkan diri
Demi malam apabila menutupi
Demi langit dan seluruh binaannya
Demi bumi dan yang ada di permukaannya
Demi jiwa dan penyempurnaannya
Allah mengilhamkan sukma kebaikan dan keburukan
Beruntunglah bagi siapa yang mensucikannya
Merugilah bagi siapa yang mengotorinya

Aku sedang mengagumi sebuah gerakan konkrit membangun moral bangsa. Kenyang dengan jargon-jargon dan adagium-adagium yang dilontarkan beberapa orang dengan ide yang juga sejenis: pembaruan, reformasi, rekonstruksi, namun hanya menjadikannya sebuah headline belaka, gerakan yang satu ini menggebrak dan meraung-raung gagah berani.
Aku jadi teringat seekor macan:)

Dari seorang bapak konseptor yang handal berkarakter kuat berbekal 99 suara hati mulia, kemudian lahir kader-kader terbaik yang sudah matang tertempa ilmu. Mereka kemudian menyebarkan anak didik-anak didik itu ke seluruh penjuru negeri bahkan hingga membelah benua.
Betapa cerdasnya untuk tidak mengambil jalan pengkultusan individu!

Langkah konkrit. Itu kuncinya. Dengan paket spiritualitas modern, dengan konsep pembentukan karakter diri berbasis spiritualitas, mereka bergerak dengan rapi, well-organized, tajam, tepat sasaran dan tak gentar, bergerak, menyerang, menyebrang, terjang.
Aku jadi ingat sebuah lagu perjuangan:)


Mereka memang gagah. Keren, bahasa santainya! Sangat terencana dan menjunjung tinggi profesionalitas. Mereka juga open mind dengan tak segan memuji, mengambil teori negara lain, mengkaizenkan sebuah prinsip (kaizen berarti “mengambil yang baik, membuang yang buruk dan menciptakan yang baru) dan memakainya sebagai teori study yang baru dengan tetap menggenggam erat Al Haq.

Mereka mengenalkan tauhid dan fitrah dengan ’sahabat-sahabat lain’, dengan sangat bersahabat dan hangat. Very warm. Benar-benar mengajarkan arti solidaritas yang sebenar-benarnya. Maka tak mengherankan apabila kemudian mereka mulai merambah mancanegara. (Semoga Allah selalu melindungi mereka. Amin)

Dengan adanya gerakan ini, harapanku untuk bangsa ini yang sempat timbul tenggelam antara pesimis, optimis, kemudian pesimis, dan lalu optimis lagi, tiba-tiba menguat dan memadat laksana inti bumi. Melihat kiprahnya, aku menjadi yakin dan percaya bahwa Indonesia Emas 2020 yang mereka cita-citakan adalah b.i.s.a dan m.u.n.g.k.i.n.

Sekarang ’pahlawanku’ itu sudah bergeser bergerak meninggalkanku sendiri untuk meneruskan ’jihad’nya. Dia meninggalkanku untuk memilih dua jalan. Bangkit atau kembali lalai. Semoga tidak termasuk golongan yang kedua.

Akhirnya, tulisan ini memang menjadi tulisan penuh pujian, tapi mari kita kembalikan segala puji-pujian kepada Allah Yang Maha Agung.

”Allah mengilhamkan sukma kebaikan dan keburukan. Beruntunglah bagi siapa yang mensucikannya. Merugilah bagi siapa yang mengotorinya.”

Minggu, 16 Agustus 2009

By Yusuf Mansur Network Tuesday, July 28, 2009 at 4:01pm

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Allaahumma shalli wasallim wabaarik 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammadi. Astaghfirullahal a'dzhiim wa atuubu ilaih.

Ya Allah, selamatkanlah kami semua dari semua dosa dan perbuatan kami sendiri. Selamatkanlah dari kehinaan dan permaluan. Selamatkanlah dari fitnah dunia dan segala apa yang membahayakannya.

Ya Allah, Engkau yang menahan sesuatu dan menjaganya. Engkau jugalah pemilik segala pertolongan yang kami-kami butuhkan. Semua beban kami, kesulitan kami, kesusahan kami, hanya Engkau yang mampu mengatasinya. Hanya Engkau ya Allah. Tidak ada selain Engkau yang mampu menolong kami. Tidak ada satupun pertolongan manusia bisa menolong kami jika Engkau tiada menghendakinya. Dan tidak ada satupun bahaya menimpa kami jika Engkau juga tiada mengizinkannya.

Ya Allah, terlalu kecil semua urusan kami buat-Mu. Bahkan semua urusan manusia jika dikumpulkan dan dihadapkan pada-Mu, juga teramat kecil. Tiadalah salah kami yang lemah ini bener-benar bergantung kepada-Mu. Jika ada dosa kami, maka ampunilah ya Allah. Jangan sampai dosa kami menyengsarakan kami dunia akhirat. Dan jika ada kebaikan dari diri kami, mudah-mudahan ia mencukupi buat diri kami mendapatkan rahmat-Mu.

Wahai yang maha pengasih dan yang maha peyayang, sungguh kami sangat berhajat akan pertolongan-Mu. Ya Allah, betapa kami-kami ini sudah menjadi hamba-Mu yang lalai dan lalai terus. Diberi sedikit nikmat saja, sudah lari kami menjauh dari diri-Mu. Adalah pantas jika kemudian kesusahan dan kesulitan kembali Engkau hidangkan di kehidupan kami.

Ya Allah, kami pahami semua kesulitan kami adalah sebuah bentuk Kasih Sayang-Mu terhadap kami. Engkau tidak menghendaki kami susah di negeri yang kami tidak bisa lagi kembali. Engkau menghendaki kami bertaubat dan meniti jalan lagi kembali menuju diri-Mu.

Ya Allah, bimbinglah kami agar kami bisa menemukan mutiara di balik semua kesusahan kami. Penuhi hati kami dengan kesabaran, keikhlasan menjalani hidup, dan niatan yang kuat untuk memenuhi hidup kami dengan ibadah kepada-Mu.

Ya Allah, kepada siapa lagi kami mengadu jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami bersandar jika bukan pada-Mu. Kepada siapa lagi kami berlindung dari segala ketakutan dan kegelisahan kami, jika bukan kepada-Mu. Tunjukkan segala jalan buat kami untuk mendapatkan ridha-Mu dan Pertolongan-Mu.

Ya Allah, sesiapa yang membaca doaku ini, lalu ia menambahinya dengan apa-apa yang menyesakkan dadanya, kabulkanlah. Sesiapa yang membaca doa ini, dan kemudian ia menambahi dengan apa yang memusingkannya, dan dengan apa yang menjadi hajatnya, kabulkanlah ya Allah. Engkau betul-betul Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang tidak mungkin bagi diri-Mu. Kekuasaan-Mu tiada berbatas dan tiada bertepi.

Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'adzhiem, washallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii ajma'iin, walhamdulillaahi robbil 'aalamiin.


Yth., jamaah sekalian, saya mohon munajat ini untuk disebar/diteruskan lagi baik via email, komunitas2, posting blog, dan lain sebagainya. Terima kasih.

Selasa, 11 Agustus 2009

It's good to know that I am inspiring someone to write a poem

Hari ini…
Hari ini begitu indah, doa yang terkirim untukku membuatku bahagia
Pemilik doa itu adalah pria yang aku puja
Pria yang sederhana namun bersahaja
Pria yang tidak sadar bahwa aku sangat kagum padanya
Pria yang selalu ada dalam doa-doa disetiap sujud malamku

Kepada sang Maha Pemberi
Berikanlah kebahagian yang aku punya kepadanya
Buatlah dia mengerti bahwa aku mencintainya
Semoga ketika esok tiba
Karunia dan rahmatMu akan selalu menyertai langkah kami
Mencapai cita-cita tulus untuk bisa meyempurnakan separuh dien

Amin

By. Anis Sumarni

TANDA-TANDA KEMATIAN




(From a blog)

Adapun tanda-tanda kematian menurut para ulama adalah benar dan ujud, cuma amalan dan ketakwaan kita saja yang akan dapat membedakan kepekaan kita kepada tanda-tanda ini. RasulAlloh SAW diriwayatkan masih mampu memperlihatkan dan menceritakan kepada keluarga dan sahabat secara langsung akan kesukaran menghadapi sakaratul maut dari awal hingga akhir hayat Beliau. Imam Ghazali Rahimahullah diriwayatkan memperolehi tanda-tanda ini sehingga beliau mampu menyiapkan dirinya untuk menghadapi sakaratul maut secara sendirian. Beliau menyiapkan dirinya dengan segala persiapan termasuk mandinya, wuduknya serta kafannya sekali cuma ketika sampai bagian tubuh dan kepala saja beliau telah memanggil abangnya yaitu Imam Ahmad Ibnu Hambal untuk menyambung tugas tersebut. Beliau wafat ketika Imam Ahmad bersedia untuk mengkafankan bagian mukanya.
Adapun riwayat-riwayat ini memperlihatkan kepada kita sesungguhnya Alloh Subhanahu Wa Ta’ala tidak pernah berlaku zalim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan kita hambaNya supaya dapat bertaubat dan siap dalam perjalanan menghadap Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Walau bagaimanapun semua tanda-tanda ini akan berlaku kepada orang-orang Islam saja manakala orang-orang kafir yaitu orang yang menyekutukan Alloh nyawa mereka ini akan terus diambil tanpa peringatan sesuai dengan kekufuran mereka kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Adapun tanda-tanda ini terbagi kepada beberapa keadaan :

Tanda 100 hari sebelum hari mati.
Ini adalah tanda pertama dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala kepada hambaNya dan hanya akan disadari oleh mereka-mereka yang dikehendakiNya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh yaitu dari ujung rambut sehingga ke ujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil, contohnya seperti daging lembu yang baru disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat dan bagi mereka sadar serta berdetak di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, selanjutnya maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini. Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

Tanda 40 hari sebelum hari mati
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arashy Alloh Subhanahu Wa Ta’ala. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persiapan ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang waktu. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

Tanda 7 hari
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di
mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba hanya berselera untuk makan.

Tanda 3 hari

Pada ketika ini akan terasa denyutan di bagian tengah dahi kita yaitu diantara dahi kanan dan
kiri. Jika tanda ini dapat, dirasa maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandung banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit, hidungnya akan perlahan-lahan jatuh dan ini dapat dirasa jika kita melihatnya dari bagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

Tanda 1 hari

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

Tanda akhir

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan sejuk di bagian pusat, akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah, berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

PENUTUP

Sesungguhnya marilah kita bertaqwa dan berdoa kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala semoga kita
adalah di antara orang-orang yang yang dipilih oleh Alloh yang akan diberi kesadaran untuk peka terhadap tanda-tanda mati ini semoga kita dapat membuat persiapan terakhir dalam usaha memohon keampunan pada dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala maupun dari sesama manusia atas segala dosa dan urusan hutang piutang kita. Walau bagaimanapun sesuai dengan sifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang maha berkuasa lagi pemurah lagi maha mengasihani maka diriwatkan bahawa tarikh mati seseorang manusia itu masih boleh diubah dengan amalan doa yaitu doa dari kita sendiri ataupun doa dari orang lain. Namun ini adalah ketentuan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala semata-mata.

Oleh itu marilah kita bersama-sama berusaha dan berdoa semuga kita diberi hidayah dan petunjuk oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala serta kelapangan masa dan kesehatan tubuh badan dan juga fikiran dalam usaha kita untuk mencari keridhaan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala di dunia maupun akhirat.

Apa yang baik dan benar itu datangnya dari Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan apa yang salah dan khilaf itu adalah dari kelemahan manusia itu sendiri.

Kematian

Aku sering memikirkan tentang proses kematian. Aku sering merenungkan akan seperti apa perjalanan ruh yang tercabut dari jasadku. Akankan itu menjadi proses yang menyakitkan? Aku pernah membaca perumpamaannya. Bahwa rasanya seperti ketika kau melihat mimik unta yang sedang dikuliti hidup-hidup. Hmm!

Aku juga sering memikirkan bagaimana aku meninggal. Apakah aku akan mati karena tua? Apakah aku akan mati karena sebuah kecelakaan lalu lintas? Tabrak lari? Tabrakan beruntun? Mobil dengan motor? Atau motor dengan motor?

Apakah aku akan mati karena wabah penyakit? Atau mati di sebuah bencana alam? Banjir? Gempa? Longsor?

Ketika aku hampir tenggelam di sebuah kolam renang ketika masih muda dulu, aku rasa aku sudah hampir bisa merasakan kematian.

Aku masih ingat perasaan ketika oksigen sudah mulai berkurang tergantikan literan air yang mulai memenuhi tubuh. Mataku yang melotot dan paru-paruku yang rasanya seperti meledak, tak menemukan udara untuk dihirup. Oh, ternyata bukan itu momen kematianku. Aku hanya dipersilahkan saja untuk merasakan sensasinya. Terima kasih Tuhan atas anugerah itu.

Ketika suatu siang yang terik, motorku hampir ditabrak oleh truk yang melaju menyalip kendaraan lain dengan kencang, aku rasa aku sudah hampir bisa merasakan kematian.

Detik ketika aku tersentak, dengan nafas yang tertahan, dan mulut yang menganga di atas motor. Sepersekian detik yang sangat dramatis, dan perasaan sesudahnya ketika aku mendapati diriku yang lolos dari maut, ngos-ngosan menenangkan diri itu, yang sampai sekarang susah hilang dari ingatan. Jika saja itu adalah momen kematianku, maka aku akan mati tanpa kalimat apapun terucap dari mulutku. Apalagi kalimat tauhid yang kudamba akan bisa terlafaz menjelang kematianku! Tidak ada yang terucap! kecuali kata ”ah” yang tercekat karena kaget.

Momen lain ketika aku sebagai terbonceng, terhempas dengan dada dihantam truk Angkatan Darat yang kokoh dan besar, hmm aku hanya dipersilahkan saja untuk merasakan betapa menyakitkannya jika dada yang ringkih terhantam sisi kanan sebuah truk yang besarnya sedunia. Betapa tidak imbangnya. Luka dalam yang biru dan lebam di sekujur tubuh yang masih menyisakan nyeri bahkan seminggu setelah kejadian, seperti mengingatkan bahwa aku hanya manusia yang tak pantas untuk sombong. Itu hanyalah sebuah truk yang menghajarku, dan bukan aneka peralatan neraka yang akan menyiksaku kelak di neraka. ))

Di umur berapa aku akan memui ajalku? Akankan seperti seorang saudara yang meninggal di kursi makan dengan wajah yang lunglai di atas meja makan? Sehat walafiat, segar bugar dan sedetik kemudian ”hilang”. Akankah seperti itu?

Aku pernah membaca, Allah akan menjadikan proses kematian untuk hamba-hambaNya yang terpilih, terasa menyakitkan. Melalui ruh yang tercabut dengan perlahan dari ujung kaki hingga bagian paling atas jasadmu, bersama itu pulalah dihabiskan sekalian dosa-dosamu di sekujur jiwamu. Maka proses itu menjadi maha sakit. Aku rasa aku tidak akan keberatan mengalami itu. Berharap bersih seperti bayi kemudian melenggang masuk ke jannahNya adalah sebuah cita-cita mulia yang butuh untuk diperjuangan dari sekarang aku rasa. Seperti layaknya cita-cita wafat dengan husnul khotimah. (Insya Allah. Insya Allah. Hope soooo)

Ketika peristiwa Israel yang menyerang Palestina, media seperti sudah mati rasa dan tega menayangkan gambar bayi dan anak-anak yang mati tertembak atau terkubur hidup-hidup. Aku memandang mereka lekat-lekat dan membaca raut-raut wajah penghuni surga.

Ketika seorang teman keguguran, kehilangan batitanya, ketika seorang saudara kehilangan janin kembarnya, aku mentafakuri peristiwa ruh anak-anak yang sedang melenggang masuk ke surga. Aku iri pada ruh mungil itu dan iri kepada para orang tua yang sedang diuji Allah itu. Apakah itu jelek karena iri pada hal-hal aneh? Mudah-mudahan tidak.

Ketika peristiwa tsunami terjadi di Aceh dan Metro TV yang terus menerus memutar rekaman amatirnya, aku menatap lekat-lekat wajah-wajah yang bersalaman dengan maut. Mereka sudah ”di situ” dan aku mengira-ngira seperti apa rasanya.

Ketika Amrozi Cs tertangkap dan sedang menantikan detik-detik eksekusi, aku menatap wajah-wajah mereka dari layar kaca. Ini bukan karena huru-hara yang mereka lakukan atas nama agama, atau karena pilihan ”perjuangan” mereka. Itu urusan mereka. Ini tentang menduga-duga apa saja kegiatan mereka di last days on earth itu.

Bagi mereka-mereka yang menunggu hari penembakan, aku menduga-duga apa saja yang mereka lakukan? Apakah beribadah sebanyak-banyaknya? Beramal sholeh, memohon ampunan, istigfar, bersedekah, menyucikan jiwa, dan sejenisnya, dan sejenisnya? Mungkin.

Ini bukan tulisan tentang "mengharap" untuk mati karena kita muslim dilarang melakukannya. Ini sekedar tulisan utnuk mengingat kematian itu sendiri. Dengan mengingat kematian hati menjadi lebih wara' dalam menjalani hidup.

Senin, 10 Agustus 2009

Renungan - cintailah sang pemberi syafaatmu

Rasulullah Menangis di Padang Mahsyar
Dari Usman bin Affan bin Dahaak bin Muzahim daripada Abbas ra. Paman Rasulullah SAW dari Rasulullah SAW telah bersabda yang bermaksud:

"Aku adalah orang (manusia) yang paling awal dibangkitkan dari kubur (bumi) pada hari kiamat yang tiada kebanggaan. Bagiku ada syafaat pada hari kiamat yang tiada kemegahan. Bendera pujian di tanganku dan nabi nabi keseluruhannya berada di bawah benderaku. Umatku adalah umat yang terbaik. Mereka adalah umat yang pertama dihisab sebelum umat yang lain. Ketika mereka bangkit dari kubur.. mereka akan mengibas (membuang) tanah yang ada di atas kepala mereka. Mereka semua akan berkata: "Kami bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan kami bersaksi bahawa Muhammad itu Rasulullah. Inilah yang telah dijanjikan oleh Allah Taala serta dibenarkan oleh para rasul." Ibnu Abbas ra berkata: "Orang yang pertama dibangkitkan dari kubur di hari kiamat ialah Muhammad SAW. Jibril as akan datang kepadanya bersama seekor Buraq. Israfil pula datang dengan membawa bersama bendera dan mahkota. Izrail pula datang dengan membawa bersamanya pakaian pakaian syurga."

Jibril as akan menyeru: "Wahai dunia! Di mana kubur Muhammad SAW?"

Bumi akan berkata: "Sesungguhnya Tuhanku telah menjadikan aku hancur. Telah hilang segala lingkaran.. tanda dan gunung gunungku. Aku tidak tahu dimana kubur Muhammad SAW."

Rasulullah SAW bersabda: "Lalu diangkatkan tiang tiang dari cahaya dari kubur Nabi Muhammad SAW ke awan langit. Maka empat malaikat berada di atas kubur."

Israfil bersuara: "Wahai roh yang baik! Kembalilah ke tubuh yang baik!"

Maka kubur terbelah dua. Pada seruan yang kedua pula.. kubur mula terbongkar. Pada seruan yang ketiga. ketika Rasulullah SAW berdiri.. baginda SAW telah membuang tanah di atas kepala dan janggut baginda SAW. Baginda SAW melihat kanan dan kiri. Baginda SAW dapati.. tiada lagi bangunan. Baginda SAW menangis sehingga mengalir air matanya ke pipi.

Jibril as berkata kepadanya: "Bangun wahai Muhammad! Sesungguhnya kamu di sisi Allah Taala di tempat yang luas."
Baginda SAW bertanya "Kekasihku Jibril! Hari apakah ini?"
Jibril as menjawab: "Wahai Muhammad! Janganlah kamu takut! Inilah hari kiamat. Inilah hari kerugian dan penyesalan. Inilah hari pembentangan Allah Taala."

Baginda SAW bersabda: "Kekasihku Jibril! Gembirakanlah aku!"
Jibril as berkata: "Apakah yang kamu lihat di hadapanmu?"
Baginda SAW bersabda: "Bukan seperti itu pertanyaanku."
Jibril as berkata: "Adakah kamu tidak melihat bendera kepujian yang terpacak di atasmu?"
Baginda SAW bersabda: "Bukan itu maksud pertanyaanku. Aku bertanya kepadamu akan umatku. Di mana perjanjian mereka?"
Jibril as berkata: "Demi keagungan Tuhanku! Tidak akan terbongkar oleh bumi daripada manusia sebelummu?"
Baginda SAW bersabda: "Niscaya akan, kuatlah pertolongan pada hari ini. Aku akan mensyafaatkan umatku."
Jibril as berkata kepada baginda SAW: "Tungganglah Buraq ini wahai Muhammad SAW dan pergilah ke hadapan Tuhanmu!"
Jibril as datang bersama Buraq ke arah Nabi Muhammad SAW. Buraq cuba meronta ronta. Jibril as berkata kepadanya: "Wahai Buraq! Adakah kamu tidak malu dengan makhluk yang paling baik dicipta oleh Allah Taala? Sudahkah Allah Taala perintahkan kepadamu agar mentaatinya?"

Buraq berkata: "Aku tahu semua itu. Akan tetapi.. aku ingin dia mensyafaatiku agar memasuki syurga sebelum dia menunggangku. Sesungguhnya Allah Taala akan datang pada hari ini di dalam keadaan marah. Keadaan yang belum pernah terjadi sebelum ini."

Baginda SAW bersabda kepada Buraq: "Ya! Sekiranya kamu berhajatkan syafaatku nescaya aku memberi syafaat kepadamu."

Setelah berpuas hati.. Buraq membenarkan baginda SAW menunggangnya lalu dia melangkah. Setiap langkahan Buraq sejauh pandangan mata. Apabila Nabi Muhammad SAW berada di Baitul Maqdis di atas bumi dari perak yang putih.. malaikat Israfil as menyeru: "Wahai tubuh tubuh yang telah hancur.. tulang tulang yang telah kropos.. rambut rambut yang bertaburan dan urat urat yang terputus putus! Bangkitlah kamu dari perut burung.. dari perut binatang buas.. dari dasar laut dan dari perut bumi ke perhimpunan Tuhan yang Maha Perkasa.

Roh roh telah diletakkan di dalam tanduk atau sangkakala. Di dalamnya ada beberapa tingkat dengan bilangan roh makhluk. Setiap roh akan didudukkan berada di dalam tingkat. Langit di atas bumi akan menurunkan hujan dari lautan kehidupan akan air yang sangat pekat seperti air mani lelaki. Daripadanya terbinalah tulang tulang. Urat urat memanjang. Daging kulit dan bulu akan tumbuh. Sebahagian mereka akan kekal ke atas sebahagian tubuh tanpa roh.

Allah Taala berfirman: "Wahai Israfil! Tiup tanduk atau sangkakala tersebut dan hidupkan mereka dengan izinKu akan penghuni kubur. Sebahagian mereka adalah golongan yang gembira dan suka. Sebahagian dari mereka adalah golongan yang celaka dan derita."

Malaikat Israfil as menjerit: "Wahai roh roh yang telah hancur. Kembalilah kamu kepada tubuh tubuh mu. Bangkitlah kamu untuk dikumpulkan di hadapan Tuhan semesta alam."

Allah Taala berfirman: "Demi keagungan dan ketinggianKu! Aku kembalikan setiap roh pada tubuh tubuhnya!"

Apabila roh roh mendengar sumpah Allah Taala.. roh roh pun keluar untuk mencari jasad mereka. Maka kembalilah roh pada jasadnya. Bumi pula terbongkar dan mengeluarkan jasad jasad mereka. Apabila semuanya sedia.. masing masing melihat.

Nabi SAW duduk di padang pasir Baitul Maqdis.. melihat makhluk makhluk. Mereka berdiri seperti belalang yang berterbangan. 70 umat berdiri. Umat Nabi Muhammad SAW merupakan satu umat dalam kumpulannya. Nabi SAW berhenti memperhatikan ke arah mereka. Mereka seperti gelombang lautan.

Jibril as menyeru: "Wahai sekalian makhluk.. datanglah kamu semua ke tempat perhimpunan yang telah disediakan oleh Allah Taala."

Umat umat datang di dalam keadaan satu satu kumpulan. Setiap kali Nabi Muhammad SAW berjumpa satu umat.. baginda SAW akan bertanya: "Di mana umatku?"

Jibril as berkata: "Wahai Muhammad! Umatmu adalah umat yang terakhir."

Apabila nabi Isa as datang, Jibril as menyeru: Tempatmu!" Maka nabi Isa as dan Jibril as menangis.

Nabi Muhammad SAW berkata: "Mengapa kamu berdua menangis."
Jibril as berkata: "Bagaimana keadaan umatmu.. Muhammad?"
Nabi Muhammad bertanya: "Di mana umatku?"
Jibril as berkata: "Mereka semua telah datang. Mereka berjalan lambat dan perlahan."
Apabila mendengar cerita demikian, Nabi Muhammad SAW menangis lalu bertanya: "Wahai Jibril! Bagaimana keadaan umatku yang berbuat dosa?"

Jibril as berkata: "Lihatlah mereka wahai Muhammad SAW!"

Apabila Nabi Muhammad SAW melihat mereka.. mereka gembira dan mengucapkan selawat kepada baginda SAW dengan apa yang telah Allah Taala muliakannya. Mereka gembira karena dapat bertemu dengan baginda SAW. Baginda SAW juga gembira terhadap mereka. Nabi Muhammad SAW bertemu umatnya yang berdosa. Mereka menangis serta memikul beban di atas belakang mereka sambil menyeru: "Wahai Muhammad!."

Air mata mereka mengalir di pipi. Orang orang zalim memikul kezaliman mereka. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Wahai umatku." Mereka berkumpul di sisinya. Umat umatnya menangis.

Ketika mereka di dalam keadaan demikian.. terdengar dari arah Allah Taala seruan yang menyeru: "Di mana Jibril?" Jibril as berkata: "Jibril di hadapan Allah.. Tuhan semesta alam."

Allah Taala berfirman di dalam keadaan Dia amat mengetahui sesuatu yang tersembunyi: "Di mana umat Muhammad SAW?"

Jibril as berkata: "Mereka adalah sebaik umat."

Allah Taala berfirman: "Wahai Jibril! Katakanlah kepada kekasihKu Muhammad SAW bahawa umatnya akan datang untuk ditayangkan di hadapanKu."
Jibril as kembali di dalam keadaan menangis lalu berkata: "Wahai Muhammad! Umatmu telah datang untuk ditayangkan kepada Allah Taala."
Nabi Muhammad SAW berpaling ke arah umatnya lalu berkata: "Sesungguhnya kamu telah dipanggil untuk dihadapkan kepada Allah Taala."

Orang orang yang berdosa menangis karena terkejut dan takut akan azab Allah Taala. Nabi Muhammad SAW memimpin mereka sebagaimana pengembala memimpin ternakannya menuju di hadapan Allah Taala. Allah Taala berfirman: "Wahai hambaKu! Dengarkanlah kamu baik baik kepadaKu tuduhan apa apa yang telah diperdengarkan bagi kamu dan kamu semua melakukan dosa!"

Hamba hamba Allah Taala terdiam. Allah Taala berfirman: "Hari ini.. Kami akan membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan. Hari ini.. Aku akan memuliakan sesiapa yang mentaatiKu. Dan.. Aku akan mengazab sesiapa yang menderhaka terhadapKu. Wahai Jibril! Pergi ke arah Malik.. penjaga neraka! Katakanlah kepadanya.. bawakan Jahanam!"

Jibril pergi berjumpa Malik.. penjaga neraka lalu berkata: "Wahai Malik! Allah Taala telah memerintahkanmu agar membawa Jahanam."

Malik bertanya: "Apakah hari ini?"
Jibril menjawab: "Hari ini adalah hari kiamat. Hari yang telah ditetapkan untuk membalas setiap jiwa dengan apa yang telah mereka usahakan."
Malik berkata: "Wahai Jibril! Adakah Allah Taala telah mengumpulkan makhluk?"
Jibril menjawab: "Ya!"
Malik bertanya: "Di mana Muhammad dan umatnya?"
Jibril berkata: "Di hadapan Allah Taala!"
Malik bertanya lagi: "Bagaimana mereka mampu menahan kesabaran terhadap kepanasan nyalaan Jahanam apabila mereka melintasinya sedangkan mereka semua adalah umat yang lemah?"
Jibril berkata: "Aku tidak tahu!"
Malik menjerit ke arah neraka dengan sekali jeritan yang menggerungkan. Neraka berdiri di atas tiang tiangnya. Neraka mempunyai tiang tiang yang keras.. kuat dan panjang. Api dinyalakan sehingga tiada kekal mata seorang dari makhluk melainkan bercucuran air mata mereka (semuanya menangis).

Air mata sudah terhenti manakala air mata darah manusia mengambil alih. Kanak kanak mulai beruban rambutnya. Ibu ibu yang memikul anaknya mencampakkan mereka. Manusia kelihatan mabuk padahal mereka sebenarnya tidak mabuk.

wassalam

Minggu, 09 Agustus 2009

Puisi Milad untuk Anis Sumarni

1.Hatiku meniupkan selamat untuk sebuah hati di sana,
yang pemiliknya menepukku di susahku,
tertawa bersamaku di senangku,
menguntai kata menenangkanku.

Kepada yang Maha Memelihara,
jagalah dalam naunganMu si pemilik hati,
semakin bartambah umur jasadnya,
semoga makin bahagia hidupnya.


Dari yang makin sayang denganmu karena Allah,
Dwindria Dini

2.Aku menatapnya yang tinggi di depanku,
matanya berkilat jenaka di balik kacamatanya,
sepertinya ibu sangat menghormatinya,
aku memang hanya anak berusia 3 tahun,
tapi aku tahu,
bahwa aku akan menyukainya.

Dan benar saja,
perempuan itu menjejaliku dengan makanan2 ringan yang enak,
senyumnya yang hangat menyambutku,
bahkan sebelum kami benar-benar masuk ke rumahnya,
aku memang hanya anak berusia 3 tahun,
tapi aku tahu,
bahwa aku menyukainya.

Dari Kamal Hanif Mazaya
(Selamat milad tante Anis)
 

Simply Dini Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template and web hosting